(Sumber Gambar: Google.com)
Starbuck - FENOMENA BUDAYA BRAND STABUCK / CAFFE
Budaya nongkrong di cafe memang mengacu pada kepercayaan adat,praktek atau objek yang menyatu dalam kesatuan masyarakat Indonesia ini.Tetapi dalam sebuah era-digitalisasi munculnya sebuah brand starbuck sekarang mendunia hingga sekarang, munculnya brand starbuck kedai kopi ini berasal dari Amerika Tengah.Bisnis ini semakin berkembang belahan dunia, di antara merk starbuck yang masuk di sebuah negara seperti Japan,Jerman,New York, dan lain sebagainya termasuk Indonesia. Brand starbuck ini merupakan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 20.336 kedai kopi di 61 negara, tentunya dalam karakteristik perkembangan budaya popular saat ini menjadikan sebuah hancurnya kebudayaan tradisional,yang sifatnya hanya untuk citra dalam khalayak, karena dalam brand kopi starbuck sendiri harganya juga sangat mahal, hanya 1 cup kopi harganya sampai 50.000 – 100-an ribu. Tentu hal ini tidaklah wajar untuk membeli sebuah kopi seharga segitu, dengan naik daunnya sebuah merk brand starbuck ini menjadikan masyarakat mengkolaborasikan sebuah tempat caffe dengan desain yang elegan serta terlihat mewah.
(Sumber gambar: Story Instagram)
Nongkrong di caffe saat ini sudah merupakan budaya yang mengacu pada kepercayaan adat,praktek atau objek yang menyatu dalam kesatuan masyarakat.Tidak hanya kebiasaan yang penuh makna. Tetapi hal ini juga sudah termsasuk sebuah budaya populer, karena karakteristiknya masyarakat lebih memilih mencari kopi seharga 50an ribu dibanding menyeduh kopi di rumah, hal ini jika di hubungkan dengan permasalahan sosial tentu mengalami sebuah perbedaan dari kalangan menengah ke atas dan kebawah, selain harganya yang mahal dan masuknya sebuah globalisasi yang terus meracuni kaum muda yang mengunggulkan sebuah pencitraan, ini jika di teruskan bisa menjadikan generasi kaum muda yang memiliki perilaku yang boros, tetapi tidak dapat di paksakan lagi dalam realitasnya saat ini, brand starbuck yang selalu mengeluarkan produk-produk terbaru dalam minuman maupun makanan yang harga sangat selangit, maka otomatis menjadikan sebuah permasalahan sosial.
Dalam angkringan/tempat nongkrong kita bisa memiliki sebuah pandangan, perbandingan harga kopi yang ada di starbuck dengan yang ada di lingkungan kita, pasti berbeda jauh. Masuknya sebuah globalisasi di iringi dengan perkembangan tekhnologi maka brand starbuck ini menjadikan sebuah permasalahan di berbagai belahan dunia khsusunya Indonesia, karena dalam perbedaan harga yang tinggi dengan naik daun nya sebuah brand ini menjadikan masyarakat Indonesia akan terjerumus sebuah kemewahan yang berlebih-lebihan, dengan hal ini suatu permasalahan ini menjadikan momok yang sangat serius untuk khalangan menengah kebawah.
(Sumber gambar: Google.com)
Lalu dalam solusi untuk memecahkan sebuah prioblematika yang seperti ini harus bagaimana.? , tentuntya kita sebagai masyarakat Indoensia baik orang menengah ke-atas maupun ke-bawah harus pandai untuk mengkolaborasikan sebuah brand starbuck caffe yang bisa di jangkau untuk semua masyarakat baik dari golongan manapun, bisa memakai sebuah caffe yang memiliki desain seperti starbuck tetapi harga sebuah brand itu bisa di jangkau untuk khalangan umum, mungkin bisa saja sebuah angkringan dengan desain yang megah tetapi harga yang terjangkau dengan menciptakan sebuah produk brand yang ada dalam negeri dan di pasarkan dalam negeri hingga keluar negeri seperti halnya kapal api yang saat ini masih eksis dalam perkembangan brandnya.
__________________________
Dengan menggunakan dan menciptakan sebuah brand yang di pasarkan dengan terus menerus nantinya bisa jadi akan menyaingi brand yang akan terkenal seperti starbuck, dalam realitanya memang sangat menggiurkan untuk datang sebuah caffe brand starbuck tetapi dalam konteks ini kita perlu berfikir apakah bermanfaat ? apakah dampak positifnya ? apakah saat kita datang ke starbuck menjadikan kita orang yang kaya maupun terlihat kaya ? tentu saja tidak.
Maka dari hal ini sebagaimana solusi telah di jelaskan di atas, kita bisa membuat sebuah tempat maupun produk caffe tersendiri dengan harga terjangkau, sehingga nantinya masyarakat khususnya orang Indonesia yang berkelas menengah ke bawah bisa merasakan sebuah produk yang hampir mirip seperti starbuck, tetapi dalam hal ini juga harus di tuntut untuk mengupgrad sebuah brand yang bisa di jangkau masyarakat, seperti sebuah pepatah jawa mengatakan “Mangan gak mangan seng penting kumpul”. Maksud dalam sebuah kumpul di situ, bahwa tidak harus kita datang ke tempat caffe seperti starbuck yang mahal harganya karena sudah mendunia, tetapi kita hanya perlu bertemu,berinteraksi sosial antar masyarakat di sekitar kita, sehingga nantinya membuat nilai sosial yang tinggi dalam bertindak serta berkomunikasi.